Senin, 03 April 2017

Menu Sarapan Serba Pisang by. Chef Ali

Sarapan nasi goreng, nasi uduk, atau lontong sayur, sudah biasa... 😀

Kali ini Abang Ali ingin beraksi menjadi chef hehe. Pisang diperoleh dari saudara di Ciputat, saya bertanya ke Ali mau diapakan pisangnya, dia bilang mau bikin pisang bakar. Yasudah kami berdua eksekusi...bertiga sih, tp Arsya hanya membuat ramai saja ihihihi . Menunya pisang goreng dan pisang bakar utk sarapan pagi.

Abang Ali bagian Purchasing dan Operasional, saya bagian Quality Control hehe. Dimulai dari membeli tepung terigu, mesis, margarin, mesis dan keju diwarung sebelah rumah, kalau gula dan tepung beras ada dirumah. Abang Ali meskipun anak laki2 dia suka sekali bereksperimen didapur. Saya mengajari takaran2 tepung dan cara menggunakan alat pemanggang pisang, Alhamdulillah dia dapat mengoperasikannya dg lancar. Disebelahnya saya membalik2an pisang goreng, katanya takut kecipratan minyak. Baiklaaaaah 😀

Dari kegiatan pagi itu saya mengkonfirmasi beberapa hal, yaitu Ali meski laki2 tapi tidak segan turun ke dapur (sebelumnya juga sudah tersmpil membuat dadar telur dan nasi goreng loh). Rasa ingin tahunya sangat kuat, bertanya perbedaan tepung terigu dan tepung beras, juga dapat membedakan antara keju kraft dg procis, katanya lebih enak pakai procis, tidak lembek. Hehe

Bravo...Abang Ali...papinya semangat bgd makan pisang buatan Chef Ali 😊

Emak pun senang kl melihat Ali senyum puas ditemani saya melakukan ini itu, terserah apa saja yg sedang ingin dia lakukan. Tugas saya sbg ibunya kan menjadi fasilitator 😀

Kamis, 30 Maret 2017

#Day6
#FamilyProject
#KuliahBunsayIIP
#BundaSayang
#InstitutIbuProfesional


Open House Star House

Rumah baru, lingkungan baru. Otomatis anak2 juga mendapat teman2 baru. Alhamdulillaah Ali dan Arsya mudah bergaul dan membaur, namun dirasa masih tetap perlu berkegiatan bersama untuk mempererat hubungan pertemanan.

Diingat2 ketika Matrikulasi, ada materi Be-Do-Have. Saya dan anak2 suka sekali membaca dan alhamdulillaah punya banyak koleksi buku2 bacaan anak dan umum. Salah satu impiannya adl memiliki taman baca utk berbagi ilmu dan kebahagiaan dg sesama.

Alhamdulillaah impian tsb terwujud. Sebelumnya saya dan anak2 merapikan rak buku dan mainan sesuai klasifikasinya. Sore hari kami ajak anak2 tetangga bermain kerumah kami. Merekaasyik bermain namun utk buku masih dilirik2 saja. Mungkin belum terbiasa membaca buku, atau malu2 ingin melihat.

Saya katakan kpd anak2 saya bahwa dgn berbagi kita dapat merasakan bahagia, ketika melihat anak2 lain bermain dg mainan kita, kita pun ikut bahagia. Tidak perlu takut mainan rusak, buku2 kotor dan sebagainya. Toh insyaalloh kami dapat membelinya lagi. Belum tentu dg mereka, tg dirumahnya tidam ada buku2 bacaan anak2, atau mainan2 seperti yg kami miliki.

Visi kami menularkan virus membaca di lingkungan sekitar kami, sembari ngobrol ringan dg anak2 sambil bermain riang.

Alhamdulillaah Ali Arsya senang kedatangan banyak teman. Selesainya kami bersama2 membersihkan lantai dan membereskan mainan. Kegiatan ini juga sudah disetujui oleh papinya anak2, alhamdulillaah beliau pun ikut senang.

Melalui open house kemarin, kami juga ingin menularkan kebiasaan berbicara yg santun, yaitu menghindari kata2 "gue-elu" seperti yg mereka gunakan sehari2. Anak2 kecil itu agak kaget, mungkin menganggap kami sok bener, hehe tp semoga  pelan2 bisa menularkan bahasa2 baik seperti "aku-kamu" . Ali pun terlihat bangga bahwa apa yg mjd kebiasaannya selama ini (tidak bicara elu-gue) ternyata sangatlah terpuji.

Next : akan mengadakan kegiatan yg lebih seru spt mendongeng, panggung mini, menggambar bersama, dsb.


Minggu, 02 April 2017

Jalan-jalan ke Seaworld dan Ocean Dream Samudera Ancol

Liburaaaaaaaan mari jalan-jalan.....!!!

Sebetulnya ini hadiah ultah emak buat Arsya yg ke2. Tapi jalan-jalan kali ini sekaligus praktek Family Project. Beberapa hari sebelumnya kami rapat menentukan tujuan, akhirnya terpilihlah ke Ancol, mengalahkan Taman Legenda TMII.

Abang Ali sebagai Pimpro (pimpinan project) , saya sebagai bendahara dan konsumsi, sementara papi bagian trasportasi dan Arsya sebagai anggota hehe.

Pertama-tama kami ke Ocean Dream, sebagai bendahara saya harus memenej dana seefisien mungkin. Kebetulan ada promo ulangtahun, hari itu tepat ultah Arsya ke2, dan ada fotokopian KK dimobil. Alhamdulillaah dapat tiket buy1 get1 promo ultah. Didalam kami bersenang2 bersama, dan Ali yg menentukan wahana-wahana mana yg akan kami nikmati duluan.

Tidak seperti jalan2 kami sebelumnya dimana papi atau saya yg saklek menentukan harus kesini dan kesana, harus begini dan begitu blabla. Kali ini Ali full terlihat bahagia, sesuka hati dia mau bermain apa. Kami tinggal ikut saja komandonya hehe

Alhamdulillaah dg begitu Ali terlihat puas dan Percaga Diri sekali. Singkat cerita di malam hari papinya kecapean, akhirnya mengajak ke mall Ancol. Ali kekeuh ingin bermain dipantai, disini saya dan suami berbeda pendapat. Selama masih gerimis kecil, Ali boleh ke pantai, tapi papinya melarang takut sakit. Ali memang masih punya luka jahitan bekas operasi yg tidak boleh basah juga. Tapi saya yakinkan bahwa tidak apa2, dan Ali juga mampu mengkomunikasikan keinginannya dgn baik tanpa merajuk ke papinya.

Sebagai catatan, ada sedikit hal yg melenceng dr rencana, yaitu makanan yg kami bawa dr rumah rapi dgn wadah tupperware, yg susah payah saya masak pagi2, akhirnya hanya sekali termakan saat baru sampai Ancol. Padahal rencana dapat 2x makan bekal plus nyemil snack2 sendiri, jadi utk makan direstoran hanya 1x saja. Kami pun beli snack dan minuman didalam krn tas bekal tidak terbawa. Ini krn saya kerepotan saat membeli tiket dan harus mengawasi 2 bocah yg super aktif laro2an kesana kemari sementara sang suami sibuk mencari parkiran. Ah, lain kali anak2 biar dimobil saja ikut cari parkiran shg emak bisa fokus dg tugas2nya seperti perbekalan dan tiketing. Maklum, saya masih suka panik di saat-saat krusial hehe aplg kemarin diloket ramai sekali, krn bertepatan dg hari libur nasional.

Dokumentasi menyusul 😊

Selasa 28 Maret 2017

#Day4
#FamilyProject
#KuliahBunsayIIP
#BundaSayang
#InstitutIbuProfesional


Putar-putar Jari, Putar-putar Otak




Idealisme setiap keluarga itu berbeda. Tidak dapat disamakan. Kami tak mau membandingkan keluarga kami dg keluarga super lain, tapi kami ingin selalu berusaha lebih baik dr waktu ke waktu.

Belakangan saya dianggap terlalu sibuk dengan handphone (kata anak-anak dan suami). Betul, mengurusi grup Foundation IIP Bekasi terkadang membuat anak-anak terabaikan. Disini tugas saya utk kembali melekatkan hati kami, mengembalikan kepercayaan anak-anak bahwa ibunya masih ada dan selalu mencintai mereka.

Saat semua pekerjaan saya sudah selesai, sambil menunggu papi pulang, saya ajak anak-anak bermain dikamar. Abang Ali minta diajarkan trik memainkan jari di hidung tanpa terplintir. Entah dia penasaran sekali dengan saya yg dianggapnya selalu bisa menjawab tantangan2 permainan dari dia. Haha yaiyalah...wong saya kecilnya lebih dulu dari dia, wajarlah banyak permainan2 atau tebak2an bahkan trik2an yg saya sudah hafal haha..

Saya beri contoh sekali tapi Alinmasih kebingungan, dia sibuk memutar otak bagaimana agar jarinya sempurna berbalik di hidung tanpa haris terplintir. Saya sih mudah saya..haha Arsya ikutan sibuk dan seru2an memainkan jarinya. Dia mah masih bayi, belum mampu putar2 otak sepertu abangnya. Ikut bermain sekedar seru2an saja hehe

Abang ali sempat menyerah karna berulang kali gagal. Saya motivasi terus, bahwa dulu kecil saya pun pernah terttantang utk mencari tahu ttg trik ini. Ini hanya trik dan permainan, gak usahlah dibawa pusing apalagu sampai baper..hehe

Kalau saya diamkan Ali bakalan mentok dan putus asa. Alhamdulillaah saya semangatu terus dan bilang bahwa Ali bisa, Ali pasti bisa!

Alhamdulillaah kami dapat tertawa2 dan anak2 pun belajar berusaha dan memecahkan masalahnya tanpa berputus asa.

Sesimple ini saja bagi kami sudah luar biasa, menumbuhkan kembali benih cinta dan kepercayaan anak-anak thdp ibunya. Tak harus selalu papinya hadir ditengah2 kami, insyaalloh kami tetap bisa teetawa2 bersama.

Maaf kendala teknis, insyaalloh dokumentasi segera diupload. Ini mengejar ketertinggalan setoran dulu ya Bu...✌


Senin, 27 Maret 2017

#Day3
#FamilyProject
#KuliahBunsayIIP
#BundaSayang
#InstitutIbuProfesional

Weekend Murah Meriah



Projek keluarga itu : Aktivitas + Manajemen, dan Organisasi. Dan terget setiap keluarga pun berbeda-beda, tidak bisa disamaratakan karena setiap keluarga itu unik. Apalagi dalam keluarga kami, family forum juga belum menjadi habit. Jadilah kami sering membuat projek dadakan, seperti semalam.

Ceritanya kemarin sore kami bersilaturrahim kerumah saudara yang kebetulan dekat dengan rumah baru kami di Villa 2.  Dan Papi juga sedang sibuk sekali dengan proyeknya, maka kemarin sore itu benar-benar harus dimanfaatkan dengan maksimal. Saya mengajak anak-anak memilih tempat bermain dekat rumah, tapi bukan mall seperti biasanya kami menghabiskan akhir pekan.

Jadilah selepas Maghrib dari bersilaturrahim, kami berjalan-jalan dengan motor ber-4 ke komplek sebelah, namanya Puri Cendana. Disana ramai sekali orang berjualan dan tempat mainan anak. Ali memilih bermain motor mini, sedangkan adiknya bermain mobil aki. Ali dan Arsya belajar sabar menunggu antrian mainan sambil memperhatikan anak-anak sebelum mereka bermain. Katanya Aki, anak kecil yg naik motor sebelumnya itu mbandel, suka ngetrill. Hehe. Sekalian lah kami ngobrol ttg adab berkendara. Tapi lucunya, giliran Ali main, dia malah iseng mencoba melawan arah. Saya tegur dia tertawa, setelah petugasnya menegur dia langsung berbalik ke arah yg benar.

Ali belajar bahwa dalam bermain pun ada adabnya, agar tidak mengganggu dan membahayakan teman-teman lainnya yg sedang bermain. Arsya lucu lagi, dia malah sibuk mendorong-dorong mobilnya yg tidak mogok, sepertinya dia butuh cara baru bermain mobilan 😂

Papinya sibuk saja dengan handphone nya, memang benar ada saja kerjaan yg diurusnya, tapi saya coba katakan bahwa malam ini waktunya menjadi hak anak-anak. Sejatinya mendampingi anak bukan saja urusan emaknya, tetapi juga bapaknya. Akhirnya maulah dia turun ke track, meskipun tidak lama sudah mengeluh capek. Haha baiklah...terimakasih 😊

Lepas bermain Papi minta dibelikan tahu crispy, kemudian berikan kode pada minta makan. Saya bilang silakan pilih makanan yg ada, asalkan tidak mahal, 50 ribu cukup utk kita ber-4. Tidak ada yg protes justru ketawa-ketawa. Haha...

Ali masih bingung mau makan apa, Papi memberi ide nasi uduk kampung (nasi uduk pinggir jalan yg dijual malam hari). Nasi uduk penyelamat, saya menyebutnya. Karena papi sering bawakan buat saya jika dia pulang kerja larut malam dan saya mengadu lapar padanya hehe...

Anak-anak baru pertama kali membeli nasi udukampung dan pertama kali juga memperhatikan orang jualan nasi uduk malam-malam. Kebetulan baru menggoreng-goreng tempe dan bakwan, si Mpok penjualnya juga baru mengaduk sambal kacang dan adonan bakwan. Ali menyimak si Mpok cerita sambil memperhatikan bagaimana usaha seseorang berjualan utk encari nafkah, meski sampai larut malam jam 2. Kalau Arsya mah sibuk mengacak alat-alat seperti japitan dll 😅

Pulang kerumah, sambil makan kami mengobrol santai. Disitulah saya praktekkan Bahasa Ibu Pengikat Makna, eaaaaaaa 😁

Bayangkan hanya dengan biaya murah, mobilan 20 ribu, nasi uduk + gorengan 15 ribu, kami sudah bisa berbahagia. Ali pun mengangguk mengiyakan bahwa utk bersenang-senang tak harus mahal.

Disini emak yg paling senang, bayangkan sebelum2nya setiap pergi weekend minimal 500 ribu saya keluarkan. Sekali makan saja minimal 200 ribu, belum anak-anak meminta mainan dan kebiasaan jelek saya belanja baju-sepatu-tas yg akhirnya jarang dipakai.

Dirumah kami bahas kembali tentang jalan-jalan tadi. Alhamdulillaah semuanya gembira, sekaligus saya pesankan ke anak-anak bahwa utk bergembira di weekend tidak perlu mengeluarkan budget banyak hehe

25 Maret 2017

#Day2
#FamilyProject
#KuliahBunsayIIP
#InstitutIbuProfesional

Kamis, 23 Maret 2017

Launching STAR HOUSE (part.1)

Bismillaah...

Berangkat dari seminar Family Strategic Planning akhir tahun lalu di BSI Square, kami sepakat membuat family branding yaitu STAR HOUSE. Filosofinya adalah, kami percaya bahwa semua yang ada didalam rumah ini adalah bintang. Setiap bintang bersinar dengan keunikannya masing-masing. Kenapa harus berbahasa Inggris? Karena Abang Ali suka sekali dengan bahasa Inggris, semoga menular kepada adik-adiknya hehehe. Saya pun juga suka, meski gak bisa-bisa amat sih 😆. Sebenarnya menyesuaikan juga dengan Core Value dalam keluarga kami, yaitu Cerdas - cerdas tidak hanya orang yg jago Matematika, boleh jadi cerdas linguistik seperti Ali 😊

Star House sebetulnya sudah lahir sejak Januari 2017, untuk logo pun sudah dipersiapkan oleh Ali, waktu itu dia jadikan projek individunya. Namun karena pindahan rumah mungkin lembaran kertasnya terselip entah dimana. Kebetulan saya sedang mendapat tantangan tentang Family Projek, jadilah kami ber-3 dirumah menggambar ulang logo Star House. 

Meski Papi sedang diluar rumah, tapi juga dilibatkan dalam meramu ide. Apakah cocok menggambar logo rumah dan bintang? Katanya iya bagus, lanjutkan. Jadilah Ali, saya dan Arsya menggambar. Yup...coret2an tidak jelas yg ada di gambar adl hasil karya Arsya haha...

Disini saya mengajak anak2 memberi penokohan kepada 4 bintang, sesuai keinginan masing2 dlm mempresentasikan dirinya. Kami beri nama Little Star untuk Arsya krn memang dia anggota paling kecil dirumah. Kemudian saya namai Superstar utk saya sendiri karena saya suka sekali jajanan wafer Superstar! Hahaha. Untuk Papi masih kosong namanya karena beliau pun masih bingung. Tangan saya gatal ingin tuliskan Dut-Star saja, karena papi bintang tergendut dirumah hahaha...tp urung saya lakukan, mengajak Ali utk menghormati sosok ayah. 

Ali menamakan dirinya Bright Star, lengkap dengan penampakan bintang yg bersinar2 (menurutnya). Katanya gini, "wuihh bintang abang yg paling keren nih bun, gak ada yg nyamain sinarnya!" Dari situ saya menjadi semakin faham karakter Ali, memang dia sangat peduli estetika, ingin terlihat rapi dan bahkan cenderung selalu ingin menjadi yg terbaik dalam banyak hal, semisal olahraga, penampilan, dan beberapa mata pelajaran di sekolah yg memang dia sukai seperti IPA dan Bahasa Inggris.

Tugas saya sebagai ibu utk selalu membuatnya mau terus belajar utk menjadi yang terbaik spt yg diinginkannya. Namun tetap utk rendah hati dan pantang sombong.

Demikian progress Launching Star House part-1, kedepannya selain ingin menyempurnakan gambar dan mewarnai, saya berdo'a agar semua bintang dirumah ini semakin merasa saling memiliki dan berusaha membuat nama Star House semakin baik dikenal orang terutama keluarga dekat 😊

#Tantangan10Hari
#Hari1
#MyFamilyMyTeam
#FamilyProject
#BundaSayang
#InstitutIbuProfesional




Jumat, 17 Maret 2017

Aliran Rasa Apresiasi Kemandirian Anak

Game Level 2 dalam perkuliahan Bunda Sayang, semakin menantang. Yaitu melatih kemandirian anak dan membuatkannya portofolio untuk masing-masing anak. Semakin menantang bagi saya karena berbarengan dengan Ali patah tulang tangan, lalu operasi. Belum lagi urusan keluarga yang sangat menguras waktu, pikiran dan tenaga.

Melatih kemandirian Arsya tidak sulit, karena Alhamdulillaah Arsya sudah saya biasakan makan sendiri, bereskan mainan, dan toilet training. Untuk memakai dan melepas pakaian masih perlu dibantu. Sejauh ini soal kemandirian Arsya oke.

Lain hal dengan Ali yang mengalami kemunduran, tapi hal tsb bukan karena malas melainkan satu tangannya yang berkurang fungsi karena patah. Urusan kemandirian diri sendiri seperti merapikan kamar tetap jalan namun butuh bantuan utk melipat bedcover. Membantu orangtua juga saya liburkan dulu.

Ketiduran beberapa malam tanpa sempat setoran tantangan, otomatis gagal mendapat badge Outstanding Performance, krn syaratnya setor tantangan selama 10 hari berturut-turut. Kemudian putus asa di beberapa hari terakhir, ingin berhenti begitu saja pada level ini karena merasa tak sanggup menyetor tantangan tepat waktu. Namun akhirnya tiba2 membulatkan tekad bahwa saya bisa. Yes, I can!

Akhirnya, dengan motivasi langsung dari Ibu Septi di grup Bunda Sayang khusus Koordinator, serta teman-teman sesama koordinator yang senantiasa menyemangati kami di grup, berhasillaah saya menyetor tantangan dengan cara di rapel, hehe

Alhamdulillaah selain mendapatkan 2 badge pada game level 2 ini, saya mendapat ilmu baru tentang kemandirian anak yaitu : Kemandirian/keterampilan Dasar yang harus sudah dikuasai anak hingga maksimal usia aqil baligh, kemudian dilanjutkan dengan Keterampilan Abad 21.

Semua materinya menyusul ya...hihi... karena saat ini masih terbatas waktu untuk online. Saya harus siaga mendampingi Ali bolak-balik kontrol dan fisioterapi di RS, juga latihan fisioterapi mandiri di rumah.