Rabu, 26 April 2017

Fitrah Belajar

Bismillaah...dapat Cemilan Rabu nih tentang Fitrah Belajar Anak 😁

"Anakku malas belajar"
Pernah dapat keluhan ini dari teman-teman sejawat?, atau dari tetangga?Saudara? atau kita sendirilah yang mengeluhkan hal ini. 

Benarkah anak-anak kita malas belajar?. Atau jangan-jangan kitalah yang terlalu mengkotak-kotakkan pengertian belajar, sehingga menjadi "duduk diam di meja belajar sambil baca buku atau menulis/menyalin". 

Fitrahnya setiap anak adalah pembelajar sejati, bagaimana tidak?. 
Setiap bayi yang lahir adalah pembelajar tangguh, bayi tidak memutuskan merangkak seumur hidupnya, namun ia menuntaskan belajar berjalan dengan gigih, sampai bisa berlari dan melompat. Setiap bayi yang dilahirkan adalah penjelajah yang penuh rasa ingin tahu (discoverer, curiousity)setiap sudut rumah jadi targetnya. Setiap bayi yang lahir juga penuh dengan daya imajinasi kreatif. Lihat saja, di tangan kanak-kanak kita, sangkutan baju jadi pesawat, kursi jadi kuda pacu, awan dicat berwarna ungu, matahari berubah pink (merah muda) dan lain sebagainya. Tugas kita hanya memberi kesempatan, ruang yang aman dan semangat.

 Lalu mengapa bisa berubah menjadi enggan atau malas belajar?. Jangan-jangan kitalah yang telah mengubur dan menyimpangkan fitrah belajarnya.

Apa saja yang bisa mencerabut fitrah belajar anak-anak kita?

1. pendidik (orangtua/guru) yang terlalu menyetir proses belajar anak, sehingga daya kreatif anak lumpuh.

2. pendidik yang terlalu banyak menyarikan materi, anak-anak tidak berkesempatan memaknai dan menemukan asosiasi antara ide-ide, sehingga daya pikirnya tidak terlatih

3. Buku teks yang digunakan tak mengandung ide-ide menggugah

4. Dipakainya kompetisi dan rasa takut sebagai pelecut belajar, sehingga anak-anak bukan belajar karena "rasa ingin tahunya".

*Kita tidak bisa memastikan buku mana yang akan menggetarkan jiwa seorang anak; lukisan atau komposisi mana yang akan memantik apresiasi seninya; kunjungan ke tempat historis mana yang akan membangkitkan kesadaran sejarahnya. Setiap anak akan memberi respon secara berbeda-beda sesuai keunikan minat dan kepribadian mereka. Yang bisa kita lakukan adalah membuka akses selebar-lebarnya untuk mereka pada seberagam mungkin ide yang berharga (Charlotte Mason)*

Banyak orang mengira, kemampuan manusia yang utama dalam belajar adalah adaptasi, padahal semua binatang dan tumbuhanpun, Allah ciptakan mampu beradaptasi. Demikian juga, jika kita menganggap kemampuan utama manusia itu adalah kompetisi, karena sesungguhnya hewan dan jin pun berkompetisi.

*Ketahuilah bahwa kemampuan manusia yang utama adalah mengelola, mengklasifikasi, menginovasi dan mewariskan pengetahuan sebagai produk dari potensi fitrah belajarnya.* Seribu kera bisa dilatih memancing ikan, namun tidak satupun dari mereka mampu menciptakan kail dan mewariskan pada anak-anaknya. 

Sesungguhnya setiap anak yang lahir telah memiliki potensi fitrah belajar. Para orang tua/pendidik tidak perlu panik menggegas kemampuan belajar anak-anaknya. Anak-anak hanya memerlukan sebuah ruang terbuka di alam dan hati orangtuanya yang terbuka bagi imajinasi kreatifnya, bagi curiousity-nya, bagi ketuntasan eksplorasi belajarnya, bagi penjelajahan dan petualangan belajarnya, bagi kesempatan untuk semakin menjadi dirinya. 

Nah...jadi gak perlu buru2 ya masukin anak ke baby class dengan dalih biar cepet pinter dan mampu bersosialisasi. Justru yg lebih bagus adalah membiarkan batita bermain dengan alam dan mengeksplor semua sudut rumah. Tembok dan lantai kotor??? Siapa takuuuuuutttttt..... πŸ˜›

sumber bacaan:
Fitrah based Education, 2016, Harry Santosa, Yayasan Cahaya Mutiara Timur.
πŸ’ΎπŸ’ΎπŸ’ΎπŸ’ΎπŸ’ΎπŸ’ΎπŸ’ΎπŸ’ΎπŸ’ΎπŸ’Ύ

Kamis, 20 April 2017

Serunya Mengamati Gaya Belajar Anak

Yeayy...kelas Bunda Sayang memasuki materi baru, kali ini game level 4 kita diajak utk mengamati gaya belajar anak. Apakah dominan di visual, audio, atau kinestetik. Bisa juga kombinasi.

Abang Ali sih sudah keliatan, dominan di visual dan kinestetik. Nah malam ini saya mendampingi Ali belajar Matematika tentang bangun ruang, Ali lebih senang belajar dengan menggambar. Dengan melihat gambar, dia akan lebih mudah embedakan antara limas dan prisma.

Sabtu, 15 April 2017

Aliran Rasa Family Project

Biasanya nih, dulu2 nya sebelum dapat materi Family Project... saya seringnya hanya mengamati anak2 beraktivitas saja sambil mengambil dokumentasi. Tapi sekarang saya sudah dapat ilmunya bahwa orangtua mesti terlibat juga didalamnya. 

Selain itu, saya jadi lebih faham ttg fampro yaitu rumusnya : Aktivitas + Manajemen dan Organisasi 
. Jadi fampro bukan sekadar aktivitas biasa, melainkan ada sesuatu yg ingin dituju, dengan manajemen dan cara berorganisasi. 

Amati, Terlibat, Tuliskan. Begitu kata Ibunda Guru Septi, hehehe...

Dengan terlibat fampro kita bisa lebih dekat mengamati tumbang anak sekaligus mempraktekkan komunikasi produktif dan cara menyelesaikan masalah. Ini yang sangat perlu dilatih kpd anak2 saya.

Soal suami yg masih jarang2 terlibat krn kesibukannya (yakali ngalahin sibuknya pejabat πŸ˜…), kata Bu Septi mah gak apa2...gak usah pusing krn bisa menyedot energi kita dan berdampak tidak baik ke anak2. Selama suami tidak menghambat jalannya fampro, itu sudah Baik. Jika suami mau terlibat, nah..itu Lebih Baik. 

Kedepannya, perlu 2 kunci utk membesarkan fampro yaitu : Konsisten dan Komunikasi. Semoga fampro nya Star Family kedepannya bisa memberi manfaat kepada pihak diluar keluarga inti, aamiin...

Sabtu, 08 April 2017

Seru-seruan Pasang Wallsticker part.2

Kali ini pasang wallsticker utk dapur, awal ceritanya krn saya tidak suka dgn warna keramiknya yg biru. Sebelumnya sudah disepakati motif bata putih, beli di shopee 2 gulung ukuran @45 cm x 10 meter.

Ali ikutan pasang wallsticker dengan cekatan mengikuti instruksi saya. Disini Ali kelihatan pandai menyelesaikan masalah ketika saya kebingungan harus memindahkan rak piring yang sangat berat krn penuh isinya. Dia menyarankan tidak menurunkan dari meja dapur krn repot bolak ba lik bereskan isinya, tetapi dia rela memeganginya dgn posisi 1/4 bagian rak diluar meja (berat sekali pastinya πŸ˜…)

So far Ali sudah baik mengikuti arahan saya yg sebagai pimpro pada projek kali ini. Masih ada 1 projek lagi tentang wallsticker yaitu menghias kamar tidurnya sendiri, ah...dia sudah tak sabar 😁

Cat : papinya kali ini tidak ikutan krn sedang tidak enak badan 😣. Selesainya dia tak lupa kasih apresiasi ke Ali .

Kamis, 06 April 2017

Seru-an Pasang Wallsticker

Ceritanya belakangan Arsya lagi malas mandi, nggak tau tuh kenapa πŸ˜…

Saya kepikiran utk menghias kamarmandi sekaligus dijadikan projek. Jadilah kami pilih-pilih wallsticker di Instagram utk dipasang dikamar mandi.

Kenapa wallsticker, bukan wallpaper saja yg lebih bagus? Iya benar kualitas wallpaper lebih baik, tetapi itu harus dipasang oleh tukang. Kalau wallsticker kan bisa kita pasang rame-rame sekeluarga hehe.

Belinya di akun Instagram @dna_wallpaper seharga 25.000 saya pesan 3 gulung dapat diskon jadi 24.000/pc. Ongkos kirim pun murah hanya kena 1kg saja, 9.000.

Gak pake babibu, paket datang sore, ba'da maghrib kami langsung eksekusi. Sempat kesel nih sama papinya yg gak membolehkan anak-anak ikutan pasang, padahal sudah dibicarakan sebelumnya kalau ini projek kita bersama. Hehe

Ya begitulah dikeluarga ini, papinya masih belum sangat sadar melakukan projek bersama, cenderung melakukan aktivitas sendiri2. Padahal sudah sepakat kalau akan mendukung proses pembelajaran anak-anak dan melekatkan bonding antar kami melalui projek keluarga πŸ˜…

Jadilah saya berdua suami yg sibuk menempek wallsticker dikamar mandi. Asli, pake ribut2 segala perkara berbeda gaya menempel haha. Makkum kami sama2 anak pertama yg katanya keras kepala wkwk...

Tapi hasilnya lumayan...dan efeknya luar biasa ke anak kedua kami. Alhamdulillaah Arsya semangat lagi mandi jam 6 pagi dan mandi sore juga tanpa harus berantem dulu hehe malahan dia selalu nagih main air ke kamar mandi sambil lihat2 dan bercengkrama dgn ikan-ikannya hehe.

Abang Ali juga turut mensukseskan acara oasang wallsticker, dia sibuk menjaga adiknya yg sedang aktif2nya...wahh bayangkan jika Ali ngambek gara2 gak boleh ikut bantu menempel, dan gak mau jaga adiknya? Bakalan gatot deh hehehe

alhamdulillaah meski tak semua anggota keluarga turut menempel, tapi kami belajar menjadi sebuah tim yang solid. Semua saling mendukung demi tujuan yg sama : kamar mandi lebih cantik dan Arsya semangat kembali utk mandi hehe



Selasa, 04 April 2017

Hujan-hujan Tetap Jalan

Ah, maafkan ya jika game kali ini saya terpaksa merapel tugas :)

Ini project sederhana kami di wiken kemarin, Sabtu 1 April 2017. Ceritanya papi sedang tidak enak badan, diluar pun hujan terus. Kebetulan saya pun tidak masak hehe jadilah Sabtu malam kemarin kami mencari makan malam diluar. Kali ini kami sepakat untuk pergi keluar yang berbeda dari sebelumnya. Yap, kami keluar rumah berempat tidak dengan naik mobil atau motor, tapi jalan kaki dengan 2 payung hihihi...

Alhamdulillaah anak-anak senang, meskipun jalan berhati-hati tapi tetap saja ada satu kendaraan lewat yg melaju kencang sehingga mencipratkan air kubangan ke arah kami. Tak apa, kami pun tertawa-tawa haha..

Aanak-anak bebas memilih yang ada disitu, antara sate atau nasigoreng. Tapi sayangya sate ayam sudah habis, jadilah saya pesan lontongnya saja plus bumbu kacang pedas T_T. Ali melihat ada penjual martabak, saya yang mengerti keinginannya menawarkan dia membeli martabak. Kebetulan malam itu Ali menjabat sebagai bendahara, jadi dia langsung saja menuju gerobak martabak tanpa minta uang lagi ke saya karena uang sudah saya berikan di rumah tadi.

Ali hampir saja meluncur tanpa mengambil payungnya, dia bilang ribet. Duh, Ali.... saya bilang pelan-pelan kalau membuka payung itu mudah, tidak sesulit yg dia bilang (memang payung nya agak macet jadi selama ini dia malas membuka payung sendiri hehe). Sempat ribut kecil tapi akhirnya dia menuruti.

Disini Ali belajar menaklukkan keraguan dirinya dan belajar menyayangi dirinya supaya tidak kehujanan.

Ada anak keicl bernama Faruq yg ikut dengan bapak ibunya berjualan nasigoreng. Saya menjelaskan kepada Ali juga betapa mulianya orangtua mereka yg mau bekerja malam-malam dan membawa serta anak mereka meski masih balita.

Kami sering sih

Senin, 03 April 2017

Sehari Menjadi Raja Ali

Cerita2 di negeri dongeng, katanya titah Raja adalah sabda yg wajib dilaksanakan, tidak boleh ditolak hehe. Nah kali ini kami ingin menjadikan Abang Ali Raja Sehari. Maksudnyaaaa???

Hehe...jadi begini, Ali sesang masa2 pemulihan pasca operasi pasang pen di siku kirinya. Dan dia harus rajin melakukan fisioterapi 3x seminggu. Rumah kami sekarang di Tambun, sementara fisioterapi di RS Hermina Jatinegara, Jaktim. Belum lagi jadwal sekolahnya masuk siang, bentrok dgn jadwal dokternya. Anaknya sih enjoy2 aja tapi saya dan papinya seringkali ribut, sulit mengatur waktu supaya dapat semuannya, juga krn kelelahan jd sering marah2 bahkan keceplosan juga memarahi anak, hiks..

Namun belakangan saya menyadari bahwa Bahagia juga menjadi faktor penunjang bagi percepatan kesembuhan Ali. Kalau biasanya hanya sekedar jalan ke RS, kali ini saya dan suami sepakat utk menjadikan project. Sehari Menjadi Raja Ali, bebas menentukan mau naik apa berangkat ke RS dan melakukan apa selama diperjalanan dan di RS. Juga tanpa boleh diasakiti hatinya apalagi diomeli.

Abang Ali menjadi Raja sekaligus Pimpro, bebas menentukan apa saja. Dia bilang mau naik kereta, jadilah kami bertiga saya Ali dan Arsya naik ojek online dr rumah menuju stasiun Bekasi. Kemudian naik kereta menuju Jatinegara dan melanjutkan ojek online lagi ke Hermina. Ali senang sekali menunggu di peron, sekaligus belajar menunggu diperon tidak boleh melewati garis pembatas. Dia sempat mengabaikan oesan saya dan akhirnya kaget bukan kepalang melihat betapa cepatnya kereta yg lewat.

Didalam kereta pun sibuk membaca iklan dan memperhatikan orang2 seperti cleaning service di kereta. Ali belajar banyak tentang tiketing dsb. Adiknya juga senang melihat jendela demi oemandangan kereta yg lewat.

Jujur saya agak kerepotan bawa 2 bocah naik kereta plus tas yg saya gendong. Tapi demi Ali yg berbahagia hari ini..saya tidak membebaninya dg pekerjaan apapun seperti biasanya membawa tas atau menggandeng adik.

Di RS pun dia byk bertanya ini itu dan saya harus sabar manjelaskannya. Kemarin2 kadang saya kecapaian dan saya kesal jika terus2an ditanya hehe Astaghfirullooh... Saya yg sering meminta Ali menjaga adik saat bermain di RS, kemarin saya handle sendiri. Membiarkan Ali puas bermain sendiri. Ali suka jalan2 dikoridor memperhatikan dokter dan staf RS juga naik turun tangga dan lift. Biarkan saja...hehe kan Raja Ali 😁

Setelah fisioterapi kami kontrol ke dokter bedah ortopedinya utk dilepas jahitan. Dokter Ricky bilang hasil rontgen bagus, kemajuan sikunya juga baik. Sekitar 10° derajat lagi, katanya. Dan dokter mengatakan puas dg hasilnya. Alhamdulillaah

Pulang dijemput papi malam hari, meski jalan super macet tp saya minta suami tetap bersabar menghadapi celotehan anak2 selama perjalanan. Ali cerita ttg terapisnya yg baik hati, dia antusias bercerita dan kami khusyuk mendengarkan.

Sampai saat ini Alhamdulillah kondisi hatinya sepertinya sih sangat baik. Dia lebih semangat juga latihan dirumah, dan terlihat ceria. Belajar pun lebih semangat krn dia merasa dispesialkan 😊


Jumat, 31 Maret 2017

#Day7
#FamilyProject
#KuliahBunsayIIP
#BundaSayang
#InstitutIbuProfesional